Jumat

Deklarasi SBY Berbudi

"Luar biasa itu yang saya bisa katakan untuk Bpk Boediono, ditengah arus pesimistis thd pencalonannya sbg cawapres beliau memaparkan pidato tanpa membaca text dg lugas, padat dan mudah dimengerti...ini adalah pidato shock therapi bagi orang yang meremehkan kinerja Pak Boediono. selamat atas deklarasi "SBY BERBOEDI". (tempatnya di Sabuga jadi inget wisuda zaman dulu di SAsana BUdaya GAnesha)"

Satu hal lagi bagi para ibu-ibu pak Boediono memempatkan isterinya sebagai sparing partner dalam mengambil keputusan, dia mengatakan terima kasih kepada isteri saya yang telah mengijinkan saya menjadi CAWAPRES mendampingi bapak SBY.  

dan untuk Pak SBY apa yang diutarakan bapak mengenai Pak Boediono adalah suatu hal yang sangat positif dan saya pikir mampu melepaskan keraguan di benak banyak kalangan masyarakat indonesia terhadap jargon NEOLIBERALISME yang dialamatkan kepada bapak boediono. 

berikut kutipannya: 

ALASAN SBY MEMILIH BOEDIONO

SBY menjelaskan kenapa memilih Boediono sebagai cawapres. Ia mengaku telah mengenal Boediono selama sepuluh tahun terakhir. Termasuk, saat menjadi Boediono menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. "Saya menilai Pak Boediono adalah seorang muslim yang lurus, jujur, sederhana, konsisten dan toleran. Seorang teknokrat yang cerdas, ulet, keras dalam bekerja dan bertanggung jawab. Seorang koordinator menteri yang berpikir utuh, loyal, cermat, tidak grasa-grusu dan jauh dari keingianan untuk mencari muka," kata SBY. 

SBY juga menilai Boediono tak memiliki konflik kepentingan di dalam mengemban tugas. "Baik untuk kepentingan bisnis ataupun motivasi politik yang lain," ujar SBY. Dengan integritas kepribadian, kemampuan, dan sifatnya yang suka bekerja keras, SBY merasa yakin Boediono adalah orang yang tepat untuk mendampinginya jika kembali terpilih memimpin Indonesia untuk periode 2009-2014. Boediono juga dianggap mampu membantu mengatasi krisis perekonomian, termasuk perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat. Boediono juga dianggap mampu menciptakan pemerintahan yang bersih, responsif, bebas korupsi dan bertanggung jawab.

Yudhoyono juga berpesan kepada partai politik yang membangun koalisi bersama ke depan. Ia mengajak membangun pemerintahan kabinet presidensial yang amanah, efektif, dan kredibel. Yudhoyono mengingatkan tugas dan kebewajiban pemerintahan adalah untuk bekerja untuk rakyat dan menjalankan program-progran prorakyat. "Pada hakikatnya kabinet pemerintahan adalah forum untuk bekerja dan bukan forum untuk berpolitik," tegasnya.

0 comments:

Poskan Komentar

Entri Populer